Problematika Kontemporer Ibadah Puasa

Desember 25, 2022 Riwayat Attubani 0 Comments

 

Dan tidak Aku ciptakan jin dan  manusia melainkan untuk berbakti/menyembah kepadaKu.(QS. Adz-Dzariat:56). Dan diantara cara mengabdi dan beribadah adalah dengan puasa(shiyam). Allah berfirman, Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertawa,(QS. Al-baqarah: 183). Berpuasa  lebih baik jika kita mengetahui, Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui,(QS. Al-Baqarah: 184). Berpuasa  hukumnya wajib bagi  orang beriman  yang memenuhi syarat-syarat tertentu. Meskipun diwajibkan bagi setiap  muslim yang beriman, tetapi Allah masih memberikan keringanan, bentuk keringanan itu adalah ketidak harusan berpuasa bagi yang sakit, tua renta, hamil, menyusui dan dalam perjalanan, ini adalah bentuk rukhsah/keringanan yang diberikan Allah kepada orang yang berpuasa. Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia bebuka), maka (wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari yang lain,(QS. Al-Baqarah: 184).

            Tanpa alasan di atas, maka berbuka di bulan suci Ramadanadalah  berdosa besar, dosanya lebih berat ketimbang dosa pezina dan peminum narkoba. Al-Hafizh Adz-Dzahabi mengatakan bahwa dikalangan kaum mukmin telah ditetapkan bahwa barang siapa meninggalkan puasa Ramadan tanpa alasan, maka perbuatannya itu lebih berat dosanya ketimbang pezina dan pecandu Khamr/narkoba. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa seseorang yang menghalalkan berbuka di siang hari di bulan Ramadan  maka  diragukan keislamannya, dan seseorang yang membatalkan puasanya karena kefasikannya, maka ia dihukum ta’zir/dibuang dari kampungnya. Nabi pernah   mengatakan bahwa manusia yang berbuka sebelum datang waktu buka/membatalkan puasa tanpa alasan yang dibenarkan syarak ia akan di sisksa di neraka. Nabi bersabda,”Ketika aku telah berada di puncak bukit yang datar, tiba-tiba kudengar suara yang sangat keras, aku bertanya, suara ribut apakah ini? Dia (Jibril as.) menjawab, ini adalah suara jeritan penduduk neraka.’ Kemudian  dia membawaku melanjutkan perjalanannya, tiba-tiba aku bertemu dengan suatu kaum yang digantung dengan kakinya  di atas dengan rahang yang menganga mengucurkan darah. Lalu aku betanya,’siapakah mereka?’ Dia (Jibril) menjawab,’mereka adalah orang-orang yang berbuka sebelum tiba saat berbuka.” (Shahih At-Targhib: 420).

            Memperhatikan akan pentingnya ibadah puasa dan akibatnya yang besar bagi nasib seseorang diakhirat pelu kiranya diketahui hal-hal yang masih samar dan belum ada kejelasan hokum dikalangan masyarakat muslim, terutama yang masih minim dalam mencari dan membaca literature tentang ibadah puasa,  maka penulis berusaha menyajikan pada pembaca  problematika kontemporer ibadah puasa. Mudah-mudahan ada manfaat bagi kita semua. Di antara problema kontemporer yang dihadapi oleh kaum muslim yang berpuasa adalah hal-hal yang membatalkan puasa, sebagaimana diketahui yang membatalkan puasa adalah karena haid, nifas, makan, minum, senggama, muntah disengaja, hilang akal, atau makan/minum pil, obat melalui mulut, lalu yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana hokum suntikan pinicilin, insulin, suntikan vitamin dan imunisasi? Apakah semua itu membatalkan puasa? Menurut pendapat yang kuat(rajih) semua itu tidak membatakan puasa, namun untuk kehati-hatian hendaknya dilakukan pada malam hari (Fatawa Ibnu Ibrahim: 189).  Ketika seseorang berpuasa lalu mencuci ginjalnya, lalu darah yang dimasukkan kembali dicampur dengan zat kimia, sakarin,dan lain sebagainya maka perbuatan tersebut menurut  fatwa ulama membatalkan puasa yang bersangkutan. (Fatwa Al-Lajnah Daimah: 190).

            Apakah obat ambeien yang dimasukkan ke dalam liang anus, obat tetes mata, obat tetes hidung, mencabut gigi dan menjahit luka apakah itu membatalkan  puasa? Menurut  Syaikh Ibnu Taimiyah hal tersebut tidak membatalkan puasa( Majmu  Fatawa: 233). Terkaang juga kita temui di tengah masyarakat ada orang yang menyemprotkan obat spray untuk penyakit asma, apakah hal tersebut membatalkan puasa? Para ulama mengatakan tidak membatalkan puasa, karena yang dimasukkan berupa gas yang dimasukkan ke paru-paru, yang dimasukkan bukan makanan, bahkan dimaafkan karena dituntut oleh keadaan /keperluan.(Fatawa Da’wah Ibnu Baz: 979). Ibnu bin Baz menambahkan bahwa obat kumur tidak membatalkan puasa selama tidak ditelan.

            Beberapa hal yang dianggap masyarakat banyak membatalkan puasa, namun berdasarkan fatwa ulama, hal–hal yang selama ini dianggap membatalkan puasa ternyata  tidak membatalkan puasa, masyarakat sudah menganggap hal tersebut membatalkan puasa, terlepas apakah keyakinan tersebut terjadi akibat ketidaktahuan atau karena  kurang banyak membaca  atau bahkan hanya sekedar  tahu dari mulut ke mulut. Yang jelas berdasarkan penelusuran literature yang berhubungan dengan puasa semua itu tidak benar, di antaranya adalah  obat pencuci telinga, obat tetes hidung, atau obat hisab hidung selama pelakuknya tidak menelan bagian yang menembus kerongkongannya. Pil yang diletakkan di bawah lidah untuk mengobati sesak nafas dan lain sebagainya selama yang bersangkutan tidak menelan bagian yang sampai pada kerongkongannya. Sesuatu yang dimasukkan ke dalam liang vagina seperti alat kontrasepsi, spiral, obat pencuci vagina, periskop untuk memeriksa vagina, atau jari tangan untuk terapi medis..
            Memasukkan sesuatu ke saluran  kandung kemih laki-laki maupun perempuan berupa pipa kecil, periskop, atau bahan penambal luka akibat sinar laser, obat atau cairan medis untuk mencuci vagina. Mengebor gigi, mencabut gigi, membesihkan gigi,bersiwak,  dan sikat gigi selama tidak menelan benda apapun yang masuk ke dalam kerongkongan, berkumur, gurah, obat spray  yang dimasukkan ke dalam mulut selama tidak menelan bagian yang sampai ke kerongkongan. Memasukkan periskop keperut, selama tidak dibarengi dengan memasukkan cairan ke dalam tidak membatalkan puasa. Hal hal tersebut di atas tidak membatalkan puasa  (M. Sholeh Al-Munajid:90-92).

Apakah orang  yang menelamatkan nyawa seseorang yang dilindungi jiwanya dari kebinasaan, seperti menlong orang yang kebanjiran, untuk menyelamatkan orang-orang yang tenggelam, atau peristiwa kebakaran untuk memadamkan api boleh berbuka? Menurut para ulama dibolehkan berbuka, tetapi baginya dikenai mengkada puasanya di hari lain. (M.Sholih Al-Munajid: 94).

Seseorang yang mencium, memeluk, meraba istrinya  di sinag bulan Ramadan membatalkan puasa? Menurut ulama diperbolehkan dan hal tersebut tidak membatalkan puasa. Dengan syarat orang yang bersangkutan dapat mengendalikan diri. Dalam hal ini Nabi Saw juga pernah melakukan hal di atas kepada  istrinya, Hadis Nabi Saw dari Aisyah,”Bahwa dahulu Nabi Saw sering mencium dan memeluk istrinya meskipun beliau sedang berpuasa, tetapi beliau adalah orang yang paling mampu mengendalikan birahinya di antara kalian,” (HR. Bukhari Muslim).

            Bagaimana kedudukan perempuan yang wajib puasa, bila ia disetubuhi oleh suaminya di siang hari bulan Ramadan  dan ia merelakan/menjetujui perbuatan tersebut? Dalam hal ini ulama mengatkan bahwa perempuan tersebut dikenai sangsi sama dengan sangsi yang dikenakan kepada suaminya, yaitu kifarat puasa dua bulan berturut-turut, memerdekakan budak an memberi makan enampuluh fakir miskin. Lalu bagaiman jika istrinya diperkosa oleh suaminya sendiri/ dipaksa berhubungan intim, sedangkan pada waktu itu ia sedang puasa Ramadan?  Menurut fatwa ulama, seorang istri hendaknya berusaha sekuat tenaga untuk menepis kemauan ajakan suaminya dengan sekuat tenaga, tetapi sekiranya usaha tersebut gagal dan ia tidak berdaya  untuk menlaknya maka tidak ada kifarat bagi dirinya (istrinya), tetapi hanya suaminya yang mendapatkan kifarat.

            Kemudian, bagaimana jika seorang istri disetubuhi suaminya di saat sedang tidur di siang hari di bulan Ramadan, apakah puasanya batal? Dalam menjawab hal ini Ibnu Aqil semoga Allah merahmati mengangatakan bahwa  istri tidak mendapat kifarat, hanya suami yang mendapatkan kafarat, puasa istri tetap sah, namun untuk kehati-hatian hendaknya ia mengada puasanya pada hari kejadian itu di hari lain. Dalam kasus ini Syaikul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa puasa sang istri tidak batal melainkan tetap sah.  Para ulama menganjurkan kepada para istri  yang mengetahui suaminya termasuk tipe lelaki yang hiper hendaknya istri bersikap menjauh dari suaminya dan tidak berhias berlebihan di siang hari di bulan Ramadan, hal ini dilakukan agar istri dan suami terhindar dari hal-hal yang mungkin membatalkan puasa.

            Lalu, bagaimana kedudukan perbuatan seseorang menyetubuhi istrinya dan ternyata fajar telah terbit?  Dalam kasus ini para Ulama mengatakan bahwa suami hendaknya  segera menghentikan perbuatanya, puasanya tetap sah meskipu ia telah mencapai orgasme setelah menghentikan perbuatannya, tetapi jika ia tetap melanjutkan persetubuhannya meskipun fajar telah terbit, menurut  ulama perbuatannya ini membatalkan puasa, dan mereka dikenai kafarat yang berat, wajib menkada, dan bertaubat kepada Allah.

            Demikianlah hal-hal kontemporer ibadah puasa yang dapat penulis kemukakan semoga memberi pengetahuan dan manfaat bagi penulis dan para pembaca yang budiman, apa yang penulis kemukakan di atas adalah pendapat para ulama yang didasarkan pada Al-Quran, hadis, serta ijma para ulama, namun semua itu hanya sebagian kecil yang baru terungkap dan terbahas oleh para ulama, masih banyak problematika kontemporer  yang belum terbahas untuk itu penulis menyarankan untuk kita semua agar tidak puas dengan ilmu yang ada. Karena mendalami ilmu agama tidak selesai dengan mengetahui yang ada, namun mencari ilmu adalah  dari liang ayunan sampai liang kubur.

            Masalah kontemporer ibadah puasa  yang ada di tengah masyarakat masih banyak yang perlu dijelaskan dan diungkapkan hokum dan kedudukannya, kenapa hal ini perlu dilakukan? Jawabnya adalah agar umat tidak ragu dan bingung menghadapi hal tersebut, di sisi lain, umat akan terhindar dari keraguan dan kesalahpahaman tentang berbagai problema kontemporer ibadah puasa dan ibadah-ibadah lainnya.

Yang benar adalah dari Allah dan kesalahan adalah dari manusia yang dhoif. Wallahu A’lam Bisawwab**

0 komentar:

Psikoterapi Penyakit Kejiwaan

Desember 25, 2022 Riwayat Attubani 0 Comments

 

Psikoterapi adalah pengobatan menggunakan pengaruh kekuatan batin, dalam arti pengobatan yang dilakukan tanpa menggunakan obat-obatan, tetapi lebih menekankan pada aspek nasihat, sugesti, hiburan danhipnosisi. Para  psikiater menyatakan bahwa unsure kejiwanmanusia dapat diubah menjadi pribadi yang lebih baik. Islam sebagai agama wahyu mempunyai peran penting dalam mengentaskan belenggu penyakit kejiwaan yang dialami oleh manusia. Diantaranya adalah belenggu kesombonan, kebodohan, kesesatan, akhlak yamg buruk, dan penyakit hati.

Islam sebagai agama seluruh manusia berperan dalam mengubah pola pikir, peradaban dan kejiwaan manusia menuju kejiwaan yang bahagia, jauh dari kegelisahan, keputus asaan dan kehampaan hidup. Aspek perubahan yang dilakukan oleh Islam adalah meliputi aspek akhlak,akidah, ibadah, pola pikir, kebiasaan. Perubahan disegala aspek memungkinkan  adanya kesempatan yang besar dalam rangka memerdekkan manusia dari kungkungan gangguan  penyakit kejiwaan.

            Iman sebagai upaya menyelamatkan jiwa dari kesedihan dan kehampaan hidup, iman yang ditanamkan oleh Allah dalam jiwa manusia pada hakekatnya untuk melindungi manusia dari serangan keinginan yang liar dan melawan fitrah ketuhanan yang telah Allah berikan semasa dalam alam roh.. kalaupun ada manusia yang terjerembab dalam carut –marut dunia kegelapan, itu disebabkan oleh acuhnya manusia pada Al-Quran sebagai pengendali dan rujukan jiwa-jiaw aga rtidak liar dan lepaskendali ketuhanan. Yang pada dasarnya sebagai fitrah manusia .

Iman kepada  Allah merupakan puncak dari kebenungan jiwa, kebeningan jiwa didapatkan manusia ketika telah menyatakan dan memproklamirkan diri bahwa tidak yang berkuasa di alam ini kecuali Allah,  Hanya Allah tempat menumpahkan harapan tidak yang lain. Apabila sikap dan perilaku ini telah terptri dalam jiwa seseorang maka akan timbul optimis dalam hidup, tidaka ada rasa pesimis, tidak  ada lagi keinginan mencari ketenangan jiwa kepada selian Allah. Iman kepada Alah berhubungan eratdengan sikap pasrah, tunduk dan patuh kepada Allah,. Jiaw manusia yang telah terbentengidengan pola iamn yang baik dan memenuhi kriteria ketuhanan akan mengantarkan manusia pad aspek keridhaan yang selalu menjadi dambaan orang beriman. Tidak itu saja iakanmendapatakan semacam kekuatan spiritual yangm ampum embebaskan dari efek buruk yang melemahkan atau mungkin  menghancurkan jiwa dan raganya..

Raul Sawsebagai manusia  mempunyaikeimanan kuat, sehingga dengan keimanan yang kuat ituRasul mempunyai kekuatan spiritual yang dahsyat. Sehinggapadasuatausaat beliau utarakan dan ungkapkan kepada para sahabat,”Aku tidak sepertikaliansemua,sebab Tuhan-Ku senantiasa memberiku makan dan minum,”(Hadis). Ibnu Qayyim alJauzi sebagai pakar kejiwaanmemngungkapkanbahw dalam hadis tersebut bahwa makna makan dan minuman  tersebut bukianlah maknan yang dimakan atau diminum melaluai mulut.

Makanan danminuman tersebut lebih cenderung kepadaaspek spiritual, dengan keimanan yang kuat maka spiritual akan lebih mantap dan menjadisumber nergi kejiwaan yang besar bagi seseorang. Kekuatana spiritual yang dimilikiolehRasul Saw memberi pengaruh kepada jiwa dan raga beliau, tidak heran jika beliau mampu menhgan lapar dan haus berhari-hari, tanap berpengaruh kepada fisik. Dari kenyataan ibni dapatkita ambil pokok pikiran bahwa kekuatan jiwa mempu memebri kekutan secara fisik.

 

.

 

0 komentar:

Sampaikanlah Nasehat Meskipun Pahit

Desember 25, 2022 Riwayat Attubani 0 Comments

 

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Ali Imran: 104). Dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa ajaran Islam menyuruh umatnya untuk selalu menjadi penyeru kebajikan dan memberantas kemungkaran.  Tentunya sikap berani menjadi pribadi penyeru mempunyai resiko, karena pada dasarnya apapun yang kita lakukan di dunia ini selalu ada resiko, hanya saja tingkat resiko yang dihadapi berbeda-beda tergantung besar kecilnya perbuatan yang dilakukan oleh seseorang. Tetapi yang pasti, dimana pun kita berada sikap, menjadi penyeru dan pencegah kemungkaran tidak boleh hilang dan luntur.

Meskipun berbagai rintangan, tantangan, hadangan dan intimidasi menyongsong di depan kita, maka hendaknya kita tetap konsekwen. Karena apa yang kita lakukan adalah berdasarkan perintah Allah Swt. Tersebut. Untuk itu sikap berani dan tidak takut resiko hendaknya dipuelarnyai oleh orang-orang yang telah menjeburkan dirinya ke medan dakwah. Di antara contoh nyata tentang sikap untuk memposisikan diri sebagai penyeru kebajikan dan pencegah kemungkaran dapat dicermati pada sosok Susno Duaji. Sosok Susno Duaji yang berani memberantas makelar kasus, merupakan bukti implementasi dari sikap pribadi yang menerapkan amar makruf nahi mungkar.

 Ajaran Islam komitmen terhadap kemaslahatan manusia. Ajaran Islam menjunjung tinggi sikap-sikap patriotis, yaitu sikap yang berani mengutarakan kebenaran,berani mengungkap berabagi maksiat dan kemungkaran. Tidak heran jika Nabi Muhammad Saw menyatakan “sampaikanlah meskipun hanya satu ayat” dalam kesempatan lain, Nabi Muhammad Saw menyatakan”sampaikanlah kebenaran meskipun terasa pahit.” Hal ini memberi kesan bahwa mengungkap kebenaran bukanlah perkara yang mudah, mencegah kemungkaran pukanlah sesuatu yang gampang, perlu sikap dan kepribadian yang tegar dan sabar.

Hal ini dapat dipahami dari Firman Allah yang menyatakan,”demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”(QS. Al-Asr: 1-3). Dalam ayat  tersebut digambarkan bahwa setiap orang akan merugi, jika tidak  menjadi pribadi-pribadi yang beriman, pribadi-pribadi yang meyakini semua informasi dari Allah Swt. Hal ini dibuktikan dengan kualitas keimanannya yang baik. Keimanan yang baik dapat dicermati dan ditilik dari perilaku, sikap dan kepribadiannya, seperti amal-amal soleh, yang kesemuan amal tersebut hanya untuk Allah semata.

 Selain, bersikap sebagai penyeimbang antara menyuruh kebajikan dan mencegah yang mungkar, perlu juga di barengi dengan sikap sabar, konsisten dan tawakkal kepada Allah. Jaika menapaki  jalan dakwah, terutama dalam mengungkap kebenaran, kebajikan, dan mencegah kemungkaran, mengungkap skandal korupsi, makelar kasusu di tempat kerja membutuhkan kesabaran, keuletan dan ketangguhan iman, hati dan kepribadian. Karena jalan yang kita tempuh tersebut akan banyak mengalami gangguan dan beresiko tingi, baik terhadap diri, keluarga , kariri, bahkan nyawa kita sendiri.

Berdasarkan ayat tersebut, maka perlu kesabaran dalam upaya menasehati, mengungkap kebenaran dan mencegah kemungkaran, termasuk menyadari bahwa setiap mengungkap kebenaran itu seperti makan sesuatu yang pahit, tetap dikakukan meskipun hanya satu potong kebenaran, walaupan nyawa taruhannya.

Dalam  hadis dinayatakan, “ketika seseorang memohon  syahid kepada Allah dengan ikhlas, maka Allah akan memberi pahala kepada orang tersebut mati syahid, walaupun ia mati di atas ranjangnya.”(Bukhari, Muslim). Dari hadis tersebut jelaslah, dalam mengungkap kebenaran, mengungkap partek makelar kasus, mencegah kemungkaran, perlu dibrengai dengan niat ikhlas karena Allah, maka hal itu akan di nilaia Allah sebagai suatu kegiatan, aktivitas jihad di ajalan Allah, selain itu perlu juga memohon kepada Allah agar syahadah di jalan-Nya.

Meskipun nyawa taruhannya, tidaklah menjadi soal tatkala seseorang paham dan mengerti akan makna dakwah yang sebenarnya. Bahkan banyak para ulama yang rela masuk penjara akibat menegakkan kebenaran. Lebih baik masuk penjara daripada bebas, tetapi berkubang dosa dan membiarkan kemungkaran di depan mata. Nabi Muhammad Saw menyatakan, jika melihat kemungkaran, maka kewajiban umat Islam untuk mencegahnya dengan kekuasaan, tetapi jika tidak mampu maka dengan nasihat-nasihat yang mencerahkan, dan jika tidak mampu maka hendaknya mencari jalan spiritual berupa mendoakan, semoga mereka cepat menyadari akan kesalahannya.

 Keberanian dalam mengungkap kebenaran di tengah pusaran kesesatan merupakan jihad besar. Maka tidak heran jika Nabi Muhammad Saw menyatakan bahwa mengungkapkan kebenaran itu pahit. Meskipun pahit, Nabi Muhammad Saw  tetap menyuruh umatnya menyampaikan kebenaran meskipun hanya satu ayat. Artinya sekecil apapun kita mempunyai suatu informasi yang berguna dan bermanfaat, maka kita disuruh untuk menyampaikan kepada orang lain.  Meskipun informasi itu kita anggap sedikit, tetapi bagi orang lain yang belum tahu atau baru mengetahui informasi tersebut, maka hal itu merupakan ilmu  yang berharga bagi mereka.

 

 

 

 

 

 

0 komentar:

Sepuluh Pintu Riya

Desember 25, 2022 Riwayat Attubani 0 Comments

Oleh: Riwayat

Riya adalah melakukan suatu amal perbuatan tidak untuk mencari keridhoan Allah, tetapi untuk mencari pujian, popularitas di hadapan manusia. Meskipun secara lahir dan pandangan mata ia beribadah tetapi nilai ibadahnya tidak ada di sisi Allah, karena niat dari ibadahnya sesungguhnya bukan karena Allah semata, tetapi karena manusia. Adanya niat yang keluar dari kaidah beribadah menjadikan amal seseorang tidak masuk criteria Allah. Sebab syarat mutlak ibadah adalah niat iklhlas karena Allah semata, tidak karena yang lain, kemudian di susul dengan rukun syarat, dan berbagai hal yang merusak amal hendaknya dihindari. Riya’ adalah penyakit hati yang sangat berbahaya, karena riya’ akan menghilangkan amal kebaikan  seperti api memakan kayu bakar.”Riya itu memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar. Riya juga digolongkan kepada syirik kecil.

0 komentar:

Tanggungjawab Orang Tua Terhadap Anak

Desember 25, 2022 Riwayat Attubani 0 Comments

 

Oleh: Riwayat,

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.(QS.Tahrim:6). Generasi yang baik, generasi yang cerdas akan berusaha mempersipakan anak cerdas dan soleh. Bukan itu saja, ia akan berusaha memelihara keturunannya, ia akan menjaga  anak-anak mereka. Bukan saja memelihara secara fisiknya belaka, tetapi lebih dari itu juga memelihara hal-hal yang bersifat rohaniah. Ia berusaha memelihara keturunannya dari netaka dunia dan neraka akherat. Neraka dunia merujuk kepada kesengsaraan dunia, sedangkan neraka akherat adalah kesengsaraan abadi. 

0 komentar:

Teologi Keinfakan

Desember 25, 2022 Riwayat Attubani 0 Comments

 

Oleh: Riwayat

Berbicara infak tentu bukan sesuatu yang aneh, tetapi sesuatu kata yang sangat familiar di telinga, karena kata infak sering kita dengar  diberbagai pengajian keagamaan, berbagai media, baik elektronik maupun media cetak. Pertanyaannya sudah berapa jauh teologi keinfakan itu merasuk dalam diri dan menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan kita? Sebagai salah satu perintah Tuhan, seberapa jauhkah infak memberi andil dalam pembentukan spiritual kita?

0 komentar:

TIPS SUKSES MENDIDIK ANAK

Desember 25, 2022 Riwayat Attubani 0 Comments

 

Pendidikan merupakan kebutuhan manusia, kebutuhan pribadi seseorang. Kebutuhan yang tidak dapat diganti dengan yang lain. Karena pendidikan merupakan kebutuhan setiap individu untuk mengembangkan kualitas, pontensi dan bakat diri. Pendidikan membentuk manusia dari tidak mengetahui menjadi mengetahui, dari kebodohan menjadi kepintaran dari kurang paham menjadi paham, intinya adalah pendidikan membentuk jasmani dan rohani menjadi paripurna. Sebagaimana tujuan pendidikan, menurut Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS) UU RI NO. 20 TH. 2003 BAB II Pasal 3 dinyatakan

0 komentar:

Hadis Keutamaan Melaksanakan Sunah

Desember 25, 2022 Riwayat Attubani 0 Comments

 عن أبي هريرة – رضي الله عنه – قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم - إن الله تعالى قال : من عادي لي وليا فقد آذنته بالحرب ، وما تقرب إلي عبدي بشيء أحب إلي مما افترضت عليه ، و لا يزال عبدي يتقرب إلي بالنوافل حتى أحبه ، فإذا أحببته كنت سمعه الذي سمع به و بصره الذي يبصر به ، و يده التي يبطش بها و رجله التي يمشي بها و لئن سألني لأعطينه ، و لئن استعاذني لأعيذنه - رواه البخاري

Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anh, ia berkata : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam “Sesungguhnya Allah ta’ala telah berfirman : ‘Barang siapa memusuhi wali-Ku, maka sesungguhnya Aku menyatakan perang terhadapnya. Hamba-Ku senantiasa (bertaqorrub) mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu (perbuatan) yang Aku sukai seperti bila ia melakukan yang fardhu yang Aku perintahkan kepadanya. Hamba-Ku senantiasa (bertaqorrub) mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunah hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka jadilah Aku sebagai pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, sebagai penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, sebagai tangannya yang ia gunakan untuk memegang, sebagai kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti akan Aku berikan kepadanya."

[Bukhari no. 6502]

0 komentar:

HADIS TENTANG LUPA: JIKA LUPA AKAN DIMAFKAN

Desember 25, 2022 Riwayat Attubani 0 Comments

 عن ابن عباس – رضي الله عنهما – أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال - إن الله تجاوز لي عن أمتي الخطأ و النسيان ، و ما استكرهوا عليه - حديث حسن رواه ابن ماجه و البيهقي و غيرهما

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, sesungguhnya Rasululloh Shallallahu 'alaihi wa Sallam telah bersabda : " Sesungguhnya Allah telah mema’afkan kesalahan-kesalahan uamt-Ku yang tidak disengaja, karena lupa dan yang dipaksa melakukannya" (HR. Ibnu Majah, Baihaqi dll, hadits hasan)

[Ibnu Majah no. 2405, Baihaqi (As-Sunan no. 7/356), dan yang lain]

0 komentar:

Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau pengembara.

Desember 25, 2022 Riwayat Attubani 0 Comments

 عن ابن عمر رضي الله عنهما قال أخذ رسول الله صلى الله عليه وسلم بمنكبي رضي الله عنه فقال - كن في الدنيا كأنك غريب , أو عابر سبيل - وكان ابن عمر رضي الله عنه يقول " إذا أمسيت فلا تنتظر الصباح وإذا أصبحت فلا تنتظر المساء وخذ من صحتك لمرضك ومن حياتك لمماتك " رواه البخاري

Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma, ia berkata : “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam memegang pundakku, lalu bersabda : Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau pengembara. Lalu Ibnu Umar radhiyallahu anhuma berkata : “Jika engkau di waktu sore, maka janganlah engkau menunggu pagi dan jika engkau di waktu pagi, maka janganlah menunggu sore dan pergunakanlah waktu sehatmu sebelum kamu sakit dan waktu hidupmu sebelum kamu mati”.

[Bukhari no. 6416]

0 komentar:

hadis tidak sempurna Iman jika nafsunya tidak tunduk pada Ajaran Nabi SAW

Desember 25, 2022 Riwayat Attubani 0 Comments

 عن أبي محمد عبدالله بن عمرو بن العاص رضي الله عنهما ما قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم - لا يؤمن أحدكم حتى يكون هواه تبعاُ لما جئت به - حديث صحيح رويناه في كتاب الحجة بإسناد صحيح

Dari Abu Muhammad, Abdullah bin Amr bin Al ‘Ash radhiallahu 'anhuma, ia berkata : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam telah bersabda : “Tidak sempurna iman seseorang di antara kamu sehingga hawa nafsunya tunduk kepada apa yang telah aku sampaikan”. (Hadits hasan shahih dalam kitab Al Hujjah)

0 komentar:

Hadis Dosa Selain Syirik Akan diampuni

Desember 25, 2022 Riwayat Attubani 0 Comments

 عن أنس رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول - قال الله تعالى : يا بن ادم إنك ما دعوتني ورجوتني غفرت لك على ما كان ولا أبالي , يا بن ادم لو بلغت ذنوبك عنان السماء ثم استغفرتني غفرت لك , يا بن ادم إنك لو أتيتني بقراب الأرض خطايا ثم لقيتني لا تشرك بي شيئاً لأتيتك بقرابها مغفرة - رواه الترمذي وقال حديث حسن صحيح

Dari Anas radhiallahu 'anhu, ia berkata : Saya telah mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda : Allah ta’ala telah berfirman : “Wahai anak Adam, selagi engkau meminta dan berharap kepada-Ku, maka Aku akan mengampuni dosamu dan Aku tidak pedulikan lagi. Wahai anak Adam, walaupun dosamu sampai setinggi langit, bila engkau mohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku memberi ampun kepadamu. Wahai anak Adam, jika engkau menemui Aku dengan membawa dosa sebanyak isi bumi, tetapi engkau tiada menyekutukan sesuatu dengan Aku, niscaya Aku datang kepadamu dengan (memberi) ampunan sepenuh bumi pula”. (HR. Tirmidzi, Hadits hasan shahih) 

0 komentar:

suroh Al fatihah

Desember 25, 2022 Riwayat Attubani 0 Comments

 

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ١ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٢ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ٣  مَٰلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ٤ إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ ٥ ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ ٦ صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ غَيۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ ٧

1. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

2. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam

3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

4. Yang menguasai di Hari Pembalasan

5. Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan

6. Tunjukilah kami jalan yang lurus

7. (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat

0 komentar:

Louange à Allah, Seigneur de l´univers.

Desember 18, 2022 Riwayat Attubani 0 Comments

 

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ١ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٢ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ٣  مَٰلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ٤ إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ ٥ ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ ٦ صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ غَيۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ ٧

1. Au nom d´Allah, le Tout Miséricordieux, le Très Miséricordieux.

2. Louange à Allah, Seigneur de l´univers.

3. Le Tout Miséricordieux, le Très Miséricordieux,

0 komentar: